Militer

Dosen Dianiaya Oknum TNI AL, KAMMI Ambon Angkat Suara

ilustrasi-bogem-pukul-tinju-penganiayaan-

Ambon,Maluku – Aksi premanisme aparat keamanan terhadap masyarakat sipil kembali terjadi di kota Ambon. Kali ini Dr Ye Husen Assagaff., dosen di salah satu Perguruan Tinggi di Ambon menjadi korbannya.

Buntut persoalan itu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Ambon meminta Danlantamal Ambon segera memproses oknum TNI AL yang melakukan penganiayaan terhadap dosen tersebut.

Hal ini disampaikan, M. Ikbal Kumkelo Bidang Kebijakan Publik KAMMI kota Ambon, Senin (30/1).

“Aksi pemukulan yang dilakukan oleh oknum TN-AL terhadap salah Satu Dosen dari kampus IAIN Ambon sangat disayangkan. Bapak Komandan Lantamal harus segera memproses anak buahnya yang berlagak preman seperti ini” jelasnya.

Mengutip Fajar.co.id, sesuai keterangan korban, kejadian bermula saat korban mengantar keluarganya ke pelabuhan Kamis, (26/1). Tiba di depan pintu gerbang pelabuhan, korban sempat meminta izin dari penjaga pos untuk masuk dengan mobil ke areal tunggu pelabuhan.

Penjaga pos pun mengizinkan korban untuk masuk menurunkan keluarganya di ruang tunggu pelabuhan yang hendak bertolak ke Ternate, Maluku Utara dengan Kapal Penumpang Dorolonda.

Tiba di areal tunggu penumpang, korban langsung menurunkan keluarganya. Selang empat menit kemudian, anggoat KPLP mengetuk dinding mobil yang dikendarai korban agar secepatnya dipindahkan, dan korban langsung menuruti perintah itu. Hendak memindahkan mobilnya, datang oknum anggota TNI-AL dengan inisial R. S langsung melayangkan dua pukulan kepada korban.

Korban sempat menanyakan kesalahannya, namun anggota TNI-AL itu tak perduli. Mendengar korban berencana melaporkan kejadian tersebut, anggota TNI-AL itu kembali menantang korban untuk melapornya.

“Silahkan lapor sambil menunjukan namanya ke korban,” kata Korban menirukan perkataan R. S

Kumkelo menyayangkan, nama institusi TNI harus ternoda akibat ulah oknum oknum yang berlagak bagai preman jalanan.

 “sangat disayangkan ini terjadi. Padahal tugas tentara kan untuk jaga bangsa dan negara serta memberikan rasa aman buat katong (baca-kita) masyarakat sipil ini. Tapi malahan bertindak yang tidak sesuai”  Sesal Mahasiswa Pendidikan Matematika IAIN Ambon itu.

Olehnya itu, dia meminta agar Danlantamal IX Ambon secepat mungkin memberikan sanksi kepada anak buahnya yang telah melakukan tindakan tidak terpuj tersebut. Hal itu dilakukan agar adanya efek jera dan menjadi pelajaran pada yang lain agar tidak melakukan tindakan yang sama.

“Kami minta pak Komandan Lantamal untuk secepatnya kasi sanksi tegas agar ada efek jera kepada pelaku. Selain itu juga supaya anggota yang lain tidak kembali melakukan tindakan yang sama di masa-masa mendatang,” pintanya. (IN-04)

Print Friendly, PDF & Email
To Top