Maluku Tengah

Diduga Perhatian Pemda Malteng Minim, Perpusda Terbengkalai

16002939_757476787733070_5274821432769671131_n

16114197_757476521066430_4447223777696276668_nMaluku Tengah,Maluku – Perpustakaan Daerah Kota Masohi Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) yang beroperasi sejak bulan Maret 2015 lalu, menjadi sorotan pemerhati pendidikan di Malteng. Pasalnya buku yang tersedia di perpus tersebut hanya berjumlah 1.516 buah. Hal ini kemudian membuat pihak pengelolah Perpustakaan tidak dapat memberlakukan kebijakan peminjaman buku kepada para pengunjung.

“Apa yang dilakukan oleh pihak pengelolah perpustakaan bukan tanpa sebab, melainkan ada beberapa faktor yang mengharuskan kebijakan peminjaman buku belum bisa diberlakukan dan alasan utamanya adalah perpus daerah masih kekuranagan buku,” ungkap Hijra Hijr Siswa SMA Negeri Dua Masohi melalui selulernya. Selasa (18/1).

Dikatakan, kekosongan buku masih terlihat di beberapa rak misalnya pada kelas Sastra, Kesenian, Olahraga dan masih kurangnya Kamus. Hal ini justru tidak berbanding lurus dengan jumlah kunjungan ke Perpustakaan Daerah yang beberapa bulan terakhir ini mengalami peningkatan secara signifikan.

“Dari data yang saya peroleh pada bulan Juli pengunjung mencapai 131 orang, bulan Agustus mencapai 3.110 orang, September 2.644 orang, Oktober 3.427 orang dan bulan November sebanyak 1.557 orang dengan total kunjungan dari bulan januari-Desember berjumlah 11.692 pengunjung,” jelas Hijr.

Lanjutnya para pengunjung diklasifikasikan menjadi lima subyek diantaranya Mahasiswa, Pelajar, Umum, PNS/Guru/Dosen dan TNI/POLRI. Pelajarlah yang paling mendominasi dalam kunjungan tiap hari ke perpustakaan daerah.

Ditambahkan kekurangan buku juga menjadi kendala program perpustakaan keliling di kota Masohi ini belum terrealisasi, padahal perpustakaan daerah jauh-jauh hari sudah mendapatkan fasilitas sebuah mobil untuk perpus keliling.

“Apa yang menjadi fakta diatas mengandung implikasi bahwa masih kurang fokusnya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bumi Pamahanunusa,” tegasnya.

Sebagai perempuan pemerhati pendidikan di Maluku, dirinya meminta agar pemerintah tidak boleh merasa puas dengan prestasi yang ada, apalagi berhenti membuat suatu kemajuan dalam aspek pembangunan, terkhusus pembangunan sumber daya manusia (SDM) dengan seperangkat fasilitas penunjang yang memadai ditengah tengah persaingan global saat ini.

“Sangatlah disayangkan ketika daerah lain sudah setengah jalan melangkah ke depan kita malah tertinggal paling belakang.
Pertanyaannya, kapankah pemerintah daerah kita lebih optimis dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di bumi Pamahanunusa ini? Jangan mau kalah bersaing dengan daerah lain. Kita harus mengejar ketertinggalan kita dari keterbelakangan soal penguasaan ilmu pengetahuan, sebab siapa yang menguasai ilmu pengetahuan dialah yang akan menguasai peradaban,” tutup Hijr. (IN-10)

Print Friendly, PDF & Email
To Top